Sadarkah ?
Warnanya lusuh dan berantakan, bukan karena waktu yang membuatnya berubah.
Kau ingat telah memberinya warna yang sangat indah dulu ?
Merah Muda, Biru, Orange, Ungu, Jingga, sampai warna yang sangat indah yang tidak dapat aku ketahui namanya karna hanya kau yang mengetahui nama warna itu.
Warna warna yang sangat indah itu, kini telah kau hapus dengan egois mu, sikapmu, caramu.
mungkin sudah sangat tajam kau hapus warna itu hingga merubahnya jadi warna yang sangat menyeramkan.
Aku takut menyatakan ini kepada mu.
Amarahmu dapat membakar kertas itu.
Aku tidak akan rela melihat kertas yang penuh warna itu berubah menjadi sebuah abu yang mudah hilang oleh angin.
Namun, waktu yang aku berikan agar kau dapat melihat sendiri kertas itu pun sudah habis.
aku menyerah.....
biarlah kertas itu menjadi abu, karena dia sudah hancur juga.
Aku percaya, kertas yang lainnya masih ada untukku dan untuknya.
walaupun pelukisnya nanti berbeda.
Pesan ku untuk mu : " Aku mencintaimu dengan caramu yang indah itu, perubahan yang kau lakukan terlalu bodoh dan menyakitkan. Sampai bertemu dengan pelukis indah yang kau dambakan, aku menyayangimu dan sampaikan salamku kepada pelukis kertasmu yang baru ".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar